Harga kostum Marching band

HARGA SERAGAM ( KOSTUM )

HARGA SERAGAM ( KOSTUM ) DRUM BAND / MARCHING BAND

KATEGORI STANDART

KETERANGAN :

Seragam ( kostum ) terdiri dari : Baju, Celana/Rok, Topi + Bulu, dan Sepatu
Seragam ( kostum ) menggunakan bahan dari TESSA dengan kombinasi Lamme, Payet, dll.
Untuk Colour Guard satu stell terdiri dari Baju, Celana/Rok,Sepatu dan Hiasan Rambut (bandana/pita). Bahan Kostum dari kain SATIN kombinasi Payet/Lame

HARGA SERAGAM ( KOSTUM ) DRUM BAND / MARCHING BAND

KATEGORITERBAIK
seragam21

KETERANGAN :

Seragam ( kostum ) terdiri dari : Baju, Celana/Rok, Topi + Bulu, dan Sepatu
Seragam ( kostum ) menggunakan bahan dari DRILL (American, nagata, england) dengan kombinasi Lamme, Payet, dll
Untuk Kostum Colour Guard terdiri dari Baju, Celana/Rok, Sepatu dan hiasan Rambut (Bandana/Pita). Bahan kostum dari kain SPANDEX/SERENA kombinasi Payet/Lame

HARGA BENDERA ( COLOUR GUARD )

Iklan
By travyputra

Instrumen Marching band

2007-Brigadiers-Contra-Line

Penampilan The Pacemakers tahun 2008
Instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkannya. Pengelompokkan ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori tersebut, masing-masing kategori memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas sosial non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.

2. 1. Instrumen musik tiup
Pada mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalam permainan marching band menggunakan nada dasar B♭ atau F. Jenis-jenis instrumen musik tiup yang digunakan marching band umumnya adalah:

Terompet
French Horn
Mellophone

Tenor Horn
Baritone, Euphonium
Contra Bass/Tuba

2. 2. Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan marching band umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan drum band. Instrumen-instrumen tersebut adalah:

Snare drum
Drum tenor / Quint

Drum bass (umumnya menggunakan 4 sampai 6 jenis drum bass yang berbeda)
Simbal

2. 3. Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan marching band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan marching band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup marching band bahkan terkadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan marching antara lain:

Xylophone
Vibraphone
Marimba
Simbal

Gong cina
Timpani
Drum bass konser
Tubular bell

2. 4. Instrumen Bendera
Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tari untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada prakteknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah:

Bendera
Senapan kayu
3. Aspek-aspek Penampilan

Salah satu bentuk penampilan Texas marching band
Aspek-aspek yang terkait dalam penampilan marching band pada dasarnya dikelompokkan dalam dua kategori utama, yaitu aspek musikal dan aspek visual. Pengelompokkan ini berpengaruh pula pada metode pelatihan pada proses penyiapan sehingga sebuah grup marching band siap tampil. Umumnya latihan atas masing-masing aspek tersebut dilakukan secara terpisah terlebih dulu sebelum digabungkan sebagai satu penampilan utuh.

3. 1. Aspek musikal
Lagu-lagu yang dibawakan dalam satu penampilan marching band umumnya membawa satu genre yang sama atau merupakan kombinasi atas beberapa genre dalam satu tema yang sama, namun demikian genre yang dibawa dalam satu penampilan tiap-tiap marching band bisa berbeda-beda.

Secara struktural, umumnya karakteristik lagu-lagu yang dibawakan tiap-tiap marching band memiliki tipikal elemen yang sama. Bagian “pembuka” yang ditujukan untuk meraih atensi penonton, “solo perkusi” atau disebut dengan feature, “balada” yang menampilkan solo musik tiup bersama dengan solo perkusi, dan “penutup” sebagai puncak dari penampilan. Di masing-masing elemen tersebut sering pula diwarnai dengan variasi teknik permainan, termasuk didalamnya permainan tempo, birama, yang ditujukan untuk mendapatkan satu dinamika permainan yang lebih seimbang, serta sebagai wahana menunjukkan kapabilitas grup yang bersangkutan.

3. 2. Aspek visual
Koreografi merupakan inti utama dari aspek visual dalam penampilan marching band. Di dalamnya melingkupi alur pola atas formasi baris berbaris yang digunakan, aksi-aksi tari yang dibawakan oleh para pemain bendera, gerakan-gerakan untuk menampilkan satu efek visual tertentu yang dilakukan oleh satu, sekelompok, atau seluruh pemain yang terlibat dalam formasi barisan. Seringkali penampilan marching band menggunakan aksesoris-aksesoris tambahan yang dimainkan oleh beberapa orang pemain untuk mendukung mendapatkan efek visual tertentu secara keseluruhan.

4. Perangkat lunak
Bentuk penampilan marching band yang dinamis umumnya membuat kompleksitas aransemen lagu dan perancangan formasi barisan menjadi lebih tinggi. Para pelatih marching band instrumen musik umumnya memanfaatkan perangkat lunak sebagai alat bantu untuk memecahkan tingkat kompleksitas tersebut dalam proses aransemen lagu, melakukan ekstraksi atas partitur ke dalam tiap-tiap kelompok instrumen musik (termasuk instrumen musik tiup, perkusi, dan pit). Demikian pula halnya dengan pelatih visual, perangkat lunak digunakan untuk mempermudah perancangan formasi barisan, simulasi dan analisis atas kemungkinan terjadinya tabrakan antar pemain, dan visualisasi permainan tiap lagu dalam suatu penampilan.

Beberapa perangkat lunak yang tersedia saat ini bahkan mampu menggabungkan disain formasi barisan dan aransemen musik sehingga menjadi suatu bentuk model pertunjukan yang digunakan untuk memberikan gambaran atas simulasi pertunjukan kepada seluruh pemain yang terlibat dengan tujuan untuk mempermudah pemain dalam memahami alur pertunjukan dan aliran pergerakan formasi barisan.

Perangkat lunak pembantu perancangan aransemen lagu
Perangkat lunak pembantu perancangan formasi barisan
5. Kompetisi
Kompetisi umumnya menjadi perangsang atas kemajuan marching band di Indonesia. Dengan adanya kompetisi ini, masing-masing marching band umumnya berupaya untuk mengembangkan, atau mengadaptasikan teknik-teknik permainan tertentu untuk menunjukkan kapabilitas grup marching band tersebut, atau menciptakan satu keunikan yang berbeda sehingga menjadi ciri khas penampilan suatu grup marching band. Skala kompetisi ini bisa mencakup tingkat daerah, propinsi, ataupun nasional. Di Indonesia terdapat cukup banyak ajang kejuaraan tingkat nasional yang diselenggarakan, namun yang umumnya frekuentif diselenggarakan secara konsisten adalah GPMB (Grand Prix Marching Band).

1. Snare drum
Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13×11 dan 14×12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13×9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. snare drum “high tension” modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.

2. Drum tenor
Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon.

Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring.

Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.

3. Drum bass
Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer.

4. Simbal
Simbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

By travyputra

DAFTAR HARGA DAN PERLENGKAPAN ALAT DRUM BAND & MARCHING BAND

Proses pembuatan Drum band 3-7 hari tergantung banyaknya pesanan. Apabila DP sudah ditransfer, maka kami akan segera memroses pesanan yang diorderkan. Dan sehari sebelum pesanan jadi akan kami informasikan kepada pemesan supaya sisa Pembayaran dibayar lunas. setelah itu barang akan kami kirim.

KANAYA DRUM BAND

HOME INDUSTRI DRUM BAND, MARCHING BAND DAN PAKAIAN DRUM BAND
CP Indrawati S.Sn.: 0274-7174605 atau 081-2279 12221

DAFTAR HARGA ALAT DRUM BAND TK STANDARD
12 SENAR DRUM Rp200, 000 Rp2, 400, 000
8 TENOR DRUM Rp190, 000 Rp1, 520, 000
4 MARCHING BELL Rp215, 000 Rp860, 000
2 BASS DRUM 14 ” -16 ” Rp310, 000 Rp620, 000
2 CYMBALL Rp175, 000 Rp350, 000
2 STOCK MAYORET Rp110, 000 Rp220, 000
30 PERSONIL—– TOTAL Rp5, 970, 000

DAFTAR HARGA ALAT DRUM BAND TK IMPORT
12 SENAR DRUM Rp350, 000 Rp4, 200, 000
8 TENOR DRUM Rp310, 000 Rp2, 480, 000
4 MARCHING BELL Rp285, 000 Rp1, 140, 000
2 BASS DRUM 14 ” -16 ” Rp450, 000 Rp900, 000
2 CYMBALL Rp200, 000 Rp400, 000
2 STOK MAYORET Rp160, 000 Rp320, 000
30PERSONIL—– TOTAL Rp9, 440, 000

DAFTAR HARGA ALAT DRUM BAND SD STANDARD
12 SENAR DRUM Rp315, 000 Rp3, 780, 000
8 TENOR DRUM Rp285, 000 Rp2, 280, 000
4 MARCHING BELL Rp295, 000 Rp1, 180, 000
2 BASS DRUM 16 ” -20 ” Rp550, 000 Rp1, 100, 000
2 CYMBALL Rp200, 000 Rp400, 000
2 STOK MAYORET Rp150, 000 Rp300, 000
1 TRIO TOM Rp575, 000 Rp575, 000
1 KUARTO Rp610, 000 Rp610, 000
32 PERSONIL—– TOTAL Rp10, 225, 000

DAFTAR HARGA ALAT DRUM BAND SD IMPORT
12 SENAR DRUM Rp450, 000 Rp5, 400, 000
8 TENOR DRUM Rp400, 000 Rp3, 200, 000
4 MARCHING BELL Rp350, 000 Rp1, 400, 000
2 BASS DRUM 16 ” -20 ” Rp600, 000 Rp1, 200, 000
2 CYMBALL Rp300, 000 Rp600, 000
2 STOK MAYORET Rp220, 000 Rp440, 000
1 TRIO TOM Rp600, 000 Rp600, 000
1 KUARTO Rp630, 000 Rp630, 000
32 PERSONIL—– TOTAL Rp13, 470, 000

DAFTAR HARGA ALAT DRUM BAND SMP/ SMA STANDARD
12 SENAR DRUM Rp380, 000 Rp4, 560, 000
8 TENOR DRUM Rp350, 000 Rp2, 800, 000
6 MARCHING BELL Rp360, 000 Rp2, 160, 000
3 BASS DRUM 18 ” -22 ” Rp600, 000 Rp1, 800, 000
2 CYMBALL Rp265, 000 Rp530, 000
2 STOCK MAYORET Rp195, 000 Rp390, 000
1 TRIO TAM Rp620, 000 Rp620, 000
1 KUARTO Rp650, 000 Rp650, 000
35 PERSONIL—– TOTAL Rp13, 510, 000

DAFTAR HARGA ALAT DRUM BAND SMP/ SMA IMPORT
12 SENAR DRUM Rp490, 000 Rp5, 880, 000
8 TENOR DRUM Rp450, 000 Rp3, 600, 000
6 MARCHING BELL Rp400, 000 Rp2, 400, 000
3 BASS DRUM 18 ” -22 ” Rp700, 000 Rp2, 100, 000
2 CYMBALL Rp330, 000 Rp660, 000
2 STOCK MAYORET Rp225, 000 Rp450, 000
1 TRIO TAM Rp675, 000 Rp675, 000
1 KUARTO Rp700, 000 Rp700, 000
35 PERSONIL—– TOTAL Rp16, 465, 000

DAFTAR HARGA ALAT MARCHING BAND SD
6 SENAR HTS Rp1, 500, 000 Rp9, 000, 000
8 MARCHING BELL Rp650, 000 Rp5, 200, 000
4 BASS DRUM 14 ” -16 ” Rp750, 000 Rp3, 000, 000
1 QUEENTOM Rp2, 450, 000 Rp2, 450, 000
1 KUARTO Rp1, 950, 000 Rp1, 950, 000
1 TRIO TOM Rp1, 300, 000 Rp1, 300, 000
2 CYMBALL Rp650, 000 Rp1, 300, 000
2 STICK MAYORET Rp550, 000 Rp1, 100, 000
10 TEROMPET Rp1, 550, 000 Rp15, 500, 000
35 PERSONIL—– TOTAL Rp40, 800, 000

DAFTAR HARGA ALAT MARCHING BAND SMP/ SMA
6 SENAR HTS Rp1, 700, 000 Rp10, 200, 000
8 MARCHING BELL Rp750, 000 Rp6, 000, 000
4 BASS DRUM 18 ” -26 ” Rp1, 000, 000 Rp4, 000, 000
1 QUEENTOM Rp2, 650, 000 Rp2, 650, 000
1 KUARTO Rp2, 150, 000 Rp2, 150, 000
2 CYMBALL Rp750, 000 Rp1, 500, 000
2 STICK MAYORET Rp650, 000 Rp1, 300, 000
2 MELOPHONE Rp5, 950, 000 Rp11, 900, 000
2 TROMBONE Rp6, 550, 000 Rp13, 100, 000
12 TEROMPET Rp1, 550, 000 Rp18, 600, 000
40 PERSONIL—– TOTAL Rp71, 400, 000

By travyputra

Konsep Marching band

220px-BlockP
Band adalah istilah umum untuk sebuah ensemble instrumental. The marching band berasal dari musisi bepergian yang tampil bersama di festival dan perayaan di seluruh dunia kuno. Ini berkembang dan menjadi lebih terstruktur dalam pasukan awal negara-negara kota, menjadi dasar bagi band militer, dari mana marching band modern muncul. Sebagai musisi menjadi kurang penting dalam mengarahkan gerakan pasukan di medan perang, band pindah ke peran semakin seremonial – suatu tahap peralihan yang memberikan beberapa instrumentasi dan musik untuk marching band adalah band kuningan modern, yang juga berkembang dari tradisi militer.
Banyak tradisi militer bertahan di marching band modern. Band yang berbaris dalam formasi seringkali akan diperintahkan untuk “mendandani barisan mereka” dan “menutupi bawah berkas mereka”. Mereka dapat dipanggil untuk “perhatian”, dan diberi perintah seperti “tentang wajah” dan “maju march”. Seragam marching band masih banyak menyerupai seragam militer.

Pembentukan marching band yang pertama, Purdue All-American Marching Band “Blok P”
Di luar polisi dan organisasi militer, marching band modern paling sering dikaitkan dengan sepak bola Amerika, khususnya pregame dan acara turun minum. Banyak universitas AS memiliki band sebelum abad kedua puluh. Pada tahun 1907, pembentukan pertama pada lapangan sepak bola adalah “Blok P” yang diciptakan oleh Paul Spotts Emrick, direktur Band All-American Marching Purdue. [2] Spotts telah melihat sekawanan burung terbang dalam formasi “V” dan memutuskan bahwa sebuah band bisa meniru aksi dalam bentuk pertunjukan formasi. Acara turun minum pertama oleh marching band di sebuah pertandingan sepak bola dilakukan oleh University of Illinois Marching Illini juga pada tahun 1907 pada pertandingan melawan University of Chicago [3]. [Sumber tidak bisa diandalkan?]
Inovasi lain yang muncul di sekitar waktu yang sama dengan acara lapangan dan berbaris dalam formasi adalah lagu perjuangan. Lagu melawan Universitas sering erat terkait dengan band universitas. The University of Illinois juga memiliki lagu pertarungan pertama, “Illinois Loyalitas”. Banyak dari lagu-lagu perjuangan lebih dikenal dan populer secara luas digunakan oleh sekolah-sekolah tinggi di seluruh negeri. Empat lagu melawan perguruan tinggi umum digunakan oleh sekolah tinggi adalah Universitas Michigan “The Victors”, The University of “Loyalitas Illinois” Illinois ‘, University of Notre Dame “Kemenangan Maret”, dan Amerika Serikat Naval Academy “Anchors Aweigh”.
Perubahan lain dalam marching band telah:
adopsi tradisi oleh sekolah menengah (SMA, SMP, dan sekolah menengah)
penambahan garis tari dan tongkat twirlers / majorettes
penambahan anggota penjaga warna
Sejak pengoperasian Drum Corps International di tahun 1970-an, marching band banyak yang melakukan pertunjukan lapangan telah mengadopsi perubahan aktivitas yang paralel perkembangan dengan drum modern dan korps terompet.Band-band ini dikatakan korps gaya band. Perubahan yang diadopsi dari drum korps meliputi:
berbaris gaya: bukan langkah tinggi tradisional, drum korps cenderung berbaris dengan langkah meluncur cairan, juga dikenal sebagai langkah roll, untuk menjaga torsos musisi ‘benar-benar masih (lihat di bawah)
adaptasi dari senapan, bendera, dan unit pedang menjadi “pembantu”, yang berbaris dengan band dan memberikan bakat visual dengan berputar dan melemparkan bendera atau senjata tiruan dan menggunakan tari di kinerja
bergerak timpani marching perkusi dan keyboard ke bagian perkusi sampingan stasioner (“pit”), yang sejak dimasukkan berbagai jenis instrumen perkusi seperti: rebana, Cymbal Crash, Cymbal Suspended, Bass Drum dan Gong Sets, Chimes, indikator peringatan dini (Electronic Alat Musik Tiup Kayu), dan sebagian besar Keyboards
kompetisi marching band yang dinilai menggunakan kriteria yang sama dengan kriteria yang digunakan dalam kompetisi drum korps, dengan penekanan pada aspek individu band (keterangan untuk pertunjukan musik, visual kinerja, perkusi, guard (tambahan), dan efek umum adalah standar).

By travyputra

Sejarah

Orkes barisan bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival. Seiring dengan perjalananan waktu, orkes barisan berevolusi menjadi lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal orkes militer yang kemudian menjadi awal munculnya orkes barisan saat ini.

Meskipun pola orkes barisan telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya orkes barisan, tradisi milter tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa.

Di Indonesia, budaya orkes barisan merupakan pengembangan lebih lanjut atas budayadrum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari “Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia“) yang dibina oleh Menpora (singkatan dari “Menteri pemuda dan olahraga“). Orkes barisan lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olahraga. Dalam perkembangannya, orkes barisan di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drum corps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan orkes barisan menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.

By travyputra